Konten Anda bagus. Google belum punya alasan mempercayainya

Anda sudah menulis artikel yang lebih lengkap dari siapa pun di halaman pertama. Strukturnya rapi, gambarnya jelas, halamannya cepat dibuka.

Enam bulan berlalu dan posisinya masih di halaman tiga. Padahal di atas Anda ada artikel yang isinya lebih tipis dan terakhir diperbarui empat tahun lalu.

Bedanya sering bukan di isi, tapi di siapa yang sudah menjaminnya. Artikel lama itu dirujuk puluhan situs lain selama bertahun-tahun.

Artikel Anda, sebagus apa pun, masih berdiri sendirian. Belum ada satu pun pihak luar yang menyebutnya.

Enam situs lain menautkan ke satu artikel; aliran kepercayaan bergerak masuk ke artikel itu
Artikel lamadirujuk banyak situs
Satu artikel berdiri sendiri; enam tempat di sekelilingnya kosong, tidak ada yang menautkan
Artikel Andabelum dirujuk
Isinya bisa setara. Bedanya cuma berapa banyak pihak luar yang sudah menjaminnya.

Di sinilah link building masuk. Tulisan ini menjelaskan cara kerjanya secara jujur, termasuk dua hal yang penting untuk diketahui sebelum mengeluarkan uang. Kenapa jasa backlink seharga dua ratus lima puluh ribu rupiah justru merugikan, dan kapan sebaiknya Anda belum menyentuh link building sama sekali.

Pengertian: apa itu link building?

Link building adalah upaya memperoleh tautan dari situs lain yang mengarah ke situs Anda, supaya otoritas dan peringkat Anda di mesin pencari ikut naik. Tautan semacam itu disebut backlink.

Dalam kerangka SEO, ini termasuk pekerjaan off-page. Dikerjakan di luar halaman Anda sendiri, dan sering di luar kendali penuh Anda.

Kata "building" di situ agak menyesatkan. Kesannya seperti batu bata yang bisa ditumpuk sesuka hati.

Padahal yang terjadi lebih mirip membangun reputasi. Anda tidak bisa memberi rekomendasi untuk diri sendiri. Rekomendasi harus datang dari orang lain, dan nilainya tergantung siapa yang memberi.

Jadi definisi yang lebih berguna kira-kira begini. Link building adalah usaha membuat situs lain punya alasan untuk menyebut Anda. Teknik, tools, dan taktik pendekatan cuma mempercepat sesuatu yang tetap harus pantas terjadi.

Inti link building

Backlink itu bukan mata uang yang bisa dibeli, tapi kesaksian pihak ketiga. Google tidak menghitung berapa banyak yang menyebut Anda, tapi seberapa layak dipercaya mereka yang menyebut.

Kenapa tautan jadi penentu sejak awal

Google lahir dari satu gagasan sederhana. Mesin pencari lain waktu itu menilai halaman dari seberapa sering sebuah kata muncul di dalamnya, dan itu gampang sekali dicurangi. Tinggal ulang kata kuncinya ratusan kali.

Google memilih cara lain. Halaman dinilai dari seberapa sering halaman lain merujuknya. Sistemnya diberi nama PageRank.

Timbangan miring ke sisi kiri: satu kutipan dari peneliti terkemuka lebih berat daripada tiga kutipan dari mahasiswa yang belum dikenal
Peneliti terkemuka1 kutipan
Mahasiswa3 kutipan
Bukan berapa banyak yang mengutip, tapi siapa yang mengutip.

Logikanya meminjam cara dunia akademik bekerja. Sebuah makalah dianggap penting bukan karena penulisnya mengaku penting, tapi karena banyak makalah lain mengutipnya. Dan kutipan dari peneliti terkemuka jelas lebih berat daripada kutipan dari mahasiswa yang belum dikenal siapa pun.

Prinsip itu masih berlaku sampai hari ini, meski perhitungannya jauh lebih rumit dan tautan bukan lagi satu-satunya penentu. Bedanya sekarang, sistemnya jauh lebih tahan dimanipulasi.

Dua puluh tahun lalu, menumpuk tautan dari mana saja memang berhasil. Sekarang Google punya sistem khusus untuk mengenali pola tautan buatan.

Tautan yang dianggap tidak wajar biasanya tidak sampai kena penalti dramatis. Dia cuma tidak dihitung. Uangnya keluar, efeknya nol, dan tidak ada pemberitahuan apa pun.

Tautan internal: bagian yang hampir selalu dilewatkan

Hampir semua panduan link building langsung lompat ke cara mendapat tautan dari luar. Padahal ada satu jenis tautan yang sepenuhnya Anda kendalikan.

Tidak butuh biaya, tidak perlu menghubungi siapa pun, dan bisa dikerjakan sore ini juga. Namanya tautan internal, tautan antar halaman di situs Anda sendiri.

Tautan internal tidak menambah otoritas baru dari luar. Tapi dia menentukan ke mana otoritas yang sudah Anda punya mengalir.

Artikel yang dapat sepuluh backlink bagus bisa meneruskan sebagian kepercayaan itu ke halaman layanan Anda. Syaratnya cuma satu, ada tautan yang menghubungkan keduanya. Kalau tidak ada, otoritasnya mandek di situ saja.

Ada dua hal yang bikin ini sering gagal. Pertama, tautannya dipasang sekenanya pakai teks "klik di sini", yang tidak memberi tahu Google apa-apa soal isi halaman tujuan.

Kedua, beberapa halaman saling menautkan dengan teks yang sama untuk kata kunci yang sama, jadinya malah berebut posisi sendiri. Masalah ini kami bahas terpisah di kanibalisme keyword.

Cara paling sederhana memulainya begini. Tiap kali sebuah istilah muncul pertama kali di artikel, dan Anda punya halaman yang membahasnya lebih dalam, tautkan.

Sekali saja per halaman, pakai teks yang benar-benar menggambarkan tujuannya. Segitu saja aturannya.

Anatomi backlink yang benar-benar bernilai

Tidak semua tautan setara, dan selisihnya jauh. Satu tautan dari media yang benar-benar dibaca orang bisa berarti lebih dari seratus tautan dari direktori yang tidak pernah dikunjungi manusia.

Tujuh hal berikut yang menentukan sebuah tautan masuk kategori mana.

Faktor Pertanyaan yang harus dijawab Kenapa menentukan
Relevansi Apakah situs itu membahas bidang yang sama dengan Anda? Tautan dari situs otomotif ke toko bunga tidak masuk akal bagi pembaca maupun mesin
Otoritas Apakah situs itu sendiri dipercaya dan dirujuk orang lain? Kepercayaan mengalir dari sumbernya, dan sumber yang lemah tidak punya apa-apa untuk dialirkan
Penempatan Tautannya di dalam badan tulisan, atau di footer dan sidebar? Tautan yang ditulis penulisnya sendiri di tengah kalimat bernilai jauh lebih besar daripada yang ditempel di kaki halaman
Anchor text Kata apa yang dipakai untuk menautkan? Memberi konteks isi halaman tujuan, tapi kalau terlalu seragam malah mencurigakan
Atribut Dofollow, atau ditandai nofollow / sponsored? Menentukan apakah tautan itu dimaksudkan mengalirkan otoritas
Domain unik Situs baru, atau situs yang sudah pernah menautkan Anda? Tautan kesebelas dari situs yang sama bernilai jauh lebih kecil dari tautan pertama situs baru
Trafik nyata Apakah halaman itu benar-benar dibaca orang? Tautan yang mendatangkan pengunjung nyata bernilai bahkan ketika bobot SEO-nya nol

Baris terakhir itu yang paling sering diabaikan, padahal dia jalan keluar dari banyak perdebatan. Kalau sebuah tautan mendatangkan orang yang benar-benar berminat, tautan itu sudah menguntungkan Anda, terlepas dari apa pun yang Google lakukan terhadapnya.

Ukuran itu jauh lebih jujur daripada skor apa pun.

Satu hal soal skor "DA tinggi" yang sering ditawarkan penjual backlink. Moz dan Ahrefs itu perusahaan pembuat tool SEO, bukan Google.

Masing-masing bikin skor tebakan sendiri untuk menilai kekuatan sebuah situs. Moz menyebutnya Domain Authority (DA), Ahrefs menyebutnya Domain Rating (DR). Dua-duanya berskala 0–100.

Angka itu perkiraan pihak ketiga, dan Google sama sekali tidak memakainya. Anggap saja seperti perkiraan harga rumah di aplikasi properti. Berguna untuk gambaran kasar, tapi bank tidak memakai angka itu waktu menilai agunan Anda.

Masalahnya, skor ini bisa dinaikkan secara artifisial. Penjual tinggal menembakkan ribuan tautan sampah ke situsnya sendiri sampai DA-nya naik, lalu menjualnya sebagai "backlink berkualitas".

Situsnya sendiri tetap tidak bernilai di mata Google. Yang naik cuma angka di tool pihak ketiga. DA tinggi bukan berarti dipercaya Google.

Dofollow, nofollow, sponsored, ugc

Di bagian inilah letak garis antara praktik yang aman dan pelanggaran, jadi perlu dipahami betul.

Sedikit latar dulu. Di dalam kode sebuah tautan, pemilik situs bisa menyelipkan keterangan tambahan yang disebut atribut. Keterangan ini tidak kelihatan oleh pembaca, tapi memberi tahu Google bagaimana tautan itu harus diperlakukan.

Secara bawaan setiap tautan bersifat dofollow. Tidak ada atribut khusus, dan Google menganggapnya rekomendasi tulus. Tiga atribut berikut yang mengubah maknanya.

Jenis Kode Kapan wajib dipakai
Dofollowbawaan <a href="..."> Rekomendasi editorial murni, tanpa imbalan apa pun
Nofollowsejak 2005 rel="nofollow" Anda menautkan sesuatu tanpa ingin menjaminnya
Sponsoredsejak 2019 rel="sponsored" Ada uang, barang, atau kesepakatan komersial di baliknya
UGCsejak 2019 rel="ugc" Tautan dari pengguna: komentar, forum, profil, ulasan

Aturannya cuma satu kalimat. Setiap tautan yang diperoleh lewat pembayaran, pemberian barang, atau kesepakatan komersial wajib ditandai sponsored atau nofollow.

Melewatkan ini bukan zona abu-abu, tapi pelanggaran langsung terhadap kebijakan spam Google. Dan risikonya menempel di dua pihak sekaligus, situs Anda dan penerbit yang memasangnya.

Praktisnya begini. Anda mengirim produk gratis ke blogger untuk diulas, tautannya harus sponsored. Anda membayar media online memuat advertorial, sponsored juga. Ada orang meninggalkan tautan di kolom komentar situs Anda, itu ugc.

Beberapa nilai boleh digabung. Misalnya rel="ugc sponsored" untuk komentar dari pihak yang punya kepentingan komersial.

Satu catatan teknis yang sering disalahpahami. Sejak 2019 Google memperlakukan ketiganya sebagai petunjuk, bukan perintah mutlak.

Artinya tautan bertanda nofollow tetap bisa ikut membentuk pemahaman Google soal situs Anda. Jadi anggapan "nofollow sama sekali tidak berguna" itu sudah lama tidak akurat.

Tujuh cara mendapatkan tautan yang sah

Urutannya sengaja dimulai dari yang paling lambat tapi paling tahan lama.

Tiap cara dilengkapi satu langkah pertama yang bisa langsung Anda kerjakan. Di akhir bagian ini ada saran mau mulai dari mana kalau waktu Anda terbatas.

1. Bangun sesuatu yang memang layak dirujuk

Orang menautkan sesuatu karena tautan itu memperkuat tulisan mereka. Yang paling sering dirujuk bukan artikel "10 tips" biasa, tapi sesuatu yang tidak bisa mereka buat sendiri.

Data asli dari lapangan, survei kecil ke pelanggan Anda, kalkulator, template yang bisa diunduh, atau dokumentasi proses yang belum pernah ditulis siapa pun dalam bahasa Indonesia.

Cara ini paling lambat membuahkan hasil, dan satu-satunya yang terus bekerja tanpa Anda sentuh lagi.

Langkah pertama: Buka catatan bisnis Anda setahun terakhir, cari satu angka yang cuma Anda yang punya. Rata-rata waktu pengerjaan, kisaran harga sebenarnya di lapangan, atau keluhan yang paling sering muncul. Terbitkan sebagai satu halaman, sebutkan periode pengambilan datanya, lalu kirimkan ke orang-orang yang menulis topik itu.

2. Digital PR: jadikan bisnis Anda bahan berita

Punya angka menarik dari bisnis Anda, mengerjakan proyek yang tidak biasa, atau punya pendapat yang bisa dikutip soal isu di industri Anda? Itu bahan berita.

Wartawan dan penulis terus-menerus mencari narasumber yang mau bicara spesifik. Jadi orang yang gampang dihubungi dan berani memberi angka konkret jauh lebih efektif daripada mengirim siaran pers yang bunyinya seperti brosur.

Langkah pertama: Tulis tiga kalimat berisi temuan paling menarik dari bisnis Anda, lengkap dengan angkanya. Kirim ke satu wartawan yang pernah menulis topik sejenis di media lokal, dan cantumkan nomor WhatsApp yang benar-benar Anda angkat.

3. Guest post yang sungguhan

Menulis untuk situs lain masih sah, tapi syaratnya ketat. Situsnya relevan, punya pembaca sungguhan, tulisannya lewat proses editorial, dan Anda tidak melakukannya massal dengan pola yang sama. Google secara eksplisit menyebut jaringan guest post sebagai skema tautan.

Ujinya sederhana. Kalau tulisan itu tidak akan Anda kirim seandainya tautannya tidak boleh dipasang, itu bukan guest post, itu transaksi.

Langkah pertama: Daftarkan lima situs yang benar-benar dibaca calon pelanggan Anda. Periksa apakah mereka pernah memuat tulisan dari luar. Lalu tawarkan satu judul spesifik yang belum ada di situs mereka, bukan menawarkan "artikel SEO".

4. Broken link building

Cari halaman di situs relevan yang menautkan ke sumber yang sekarang sudah mati, lalu tawarkan konten Anda sebagai pengganti. Tingkat keberhasilannya tidak tinggi, tapi pendekatannya jujur. Anda memang sedang menolong pemilik situs memperbaiki sesuatu yang rusak.

Syaratnya satu. Anda harus punya halaman yang benar-benar setara dengan sumber yang hilang itu.

Langkah pertama: Pilih satu artikel yang jadi rujukan di bidang Anda, periksa tautan matinya dengan tool gratis seperti brokenlinkcheck.com, lalu hubungi pemilik situsnya. Tapi cuma kalau Anda benar-benar punya penggantinya.

5. Klaim penyebutan yang belum ditautkan

Nama bisnis Anda mungkin sudah disebut di beberapa tempat tanpa tautan. Di liputan, daftar vendor, atau tulisan pelanggan.

Ini peluang termudah yang ada, karena hubungannya sudah terbangun dan Anda cuma minta satu hal kecil. Pantau lewat Google Alerts, lalu kirim pesan singkat yang sopan.

Langkah pertama: Ketik nama bisnis Anda di Google memakai tanda kutip, buka dua puluh hasil pertama, dan catat mana yang menyebut nama Anda tanpa menautkan. Kirim satu pesan. Terima kasih sudah disebut, boleh ditambahkan tautannya?

6. Direktori dan profil yang relevan

Yang dimaksud bukan direktori massal berisi ribuan tautan tanpa kurasi. Itu justru termasuk yang harus dihindari.

Yang bernilai itu tempat calon pelanggan Anda benar-benar mencari. Direktori asosiasi industri, marketplace, katalog resmi, dan platform yang dipakai orang membandingkan vendor.

Langkah pertama: Cari di Google kata kunci yang Anda incar, lalu lihat direktori mana yang ikut muncul di halaman pertama. Kalau Google menampilkannya di sana, artinya Google menganggapnya berguna. Di situlah Anda layak terdaftar.

7. Hubungan yang sudah Anda punya

Ini yang paling terabaikan. Vendor, klien, mitra, penyelenggara acara yang Anda sponsori, komunitas tempat Anda aktif, kampus tempat Anda pernah jadi pembicara. Semuanya punya situs, dan sebagian sudah punya alasan wajar menyebut nama Anda.

Halaman testimoni, daftar mitra, dan laporan kegiatan itu tautan paling alami yang bisa Anda dapat. Hubungannya memang nyata.

Langkah pertama: Buka daftar sepuluh klien dan lima vendor terakhir Anda. Cek siapa di antara mereka yang punya halaman "mitra", "klien kami", atau testimoni. Hubungi yang hubungannya paling hangat lebih dulu.

Kalau hanya sempat satu minggu ini

Mulai dari nomor 7, lalu nomor 5. Dua-duanya tidak menuntut Anda bikin konten baru dan tidak perlu menghubungi orang asing. Hubungannya sudah ada, Anda cuma minta sesuatu yang kecil ke orang yang sudah kenal Anda.

Nomor 1 kerjakan paralel di latar belakang. Hasilnya paling lama datang, tapi paling lama juga bertahan.

Link building untuk bisnis lokal Malang

Panduan link building umumnya ditulis untuk situs yang bersaing secara nasional. Bisnis yang pelanggannya datang dari radius belasan kilometer main di medan yang berbeda.

Kabar baiknya, medan itu jauh lebih mudah. Anda tidak perlu tautan dari situs besar. Cukup dari situs yang benar-benar berakar di kota yang sama.

Sumber yang realistis untuk bisnis di Malang dan sekitarnya:

  • Asosiasi dan kamar dagang. Keanggotaan biasanya disertai halaman profil anggota. Praktiknya: kalau sudah terdaftar, buka profil Anda dan periksa apakah kolom alamat website sudah terisi. Kolom itu paling sering dibiarkan kosong waktu pendaftaran. Kalau belum terdaftar, tanyakan iuran tahunannya dan apakah anggota mendapat halaman profil sendiri.
  • Kampus. Malang punya banyak kampus, dan hampir semuanya menulis ulang kegiatannya di situs resmi. Praktiknya: tawarkan sesuatu yang memang mereka butuhkan. Satu sesi berbagi pengalaman untuk himpunan mahasiswa, tempat magang, atau data lapangan buat bahan penelitian. Datang menawarkan, bukan meminta.
  • Media lokal. Praktiknya: hubungi wartawan yang memang meliput bidang Anda, dan bawakan cerita berupa angka, temuan, atau kejadian, bukan profil perusahaan. Kalau yang ditawarkan malah paket advertorial berbayar, tautannya wajib diberi sponsored; itu tetap berguna untuk dikenal orang meski bobot SEO-nya nol.
  • Sponsorship acara dan komunitas. Lomba, kegiatan kampung, komunitas hobi, acara UMKM. Praktiknya: sebelum menyetujui, minta satu hal secara tertulis, yaitu nama dan alamat website Anda dicantumkan di halaman acara. Ini jarang diminta, jadi jarang diberikan, padahal hampir tidak pernah ditolak.
  • Mitra dagang. Supplier, klien, dan rekanan yang punya halaman "mitra" atau testimoni. Praktiknya: tawarkan menulis testimoninya sendiri lalu kirimkan jadi. Pekerjaan menulis Anda yang ambil, mereka tinggal memasang. Permintaan yang tidak merepotkan jauh lebih sering dikabulkan.

Langkah pertama: Tulis daftar semua organisasi yang sudah punya hubungan nyata dengan bisnis Anda. Asosiasi tempat Anda terdaftar, acara yang pernah Anda sponsori, kampus yang pernah Anda datangi, klien besar Anda. Buka situs mereka satu per satu, lalu periksa dua hal. Apakah nama Anda tercantum, dan apakah tercantumnya sudah disertai tautan. Hampir selalu ada satu dua yang menyebut Anda tanpa menautkan, dan itu tautan termurah yang bisa Anda dapat minggu ini.

Ada satu pembedaan yang perlu dipahami. Tidak semua penyebutan berbentuk tautan.

Nama, alamat, dan nomor telepon yang tercatat konsisten di berbagai direktori disebut sitasi. Dia tidak mengalirkan otoritas seperti backlink, tapi dua-duanya sama-sama menyumbang ke faktor keterkenalan yang dipakai Google di hasil pencarian lokal. Cara kerjanya kami uraikan di SEO lokal, sementara fondasi profilnya dibahas di panduan Google Business Profile.

Yang harus dihindari, termasuk yang dijual bebas

Bagian ini perlu ditulis terus terang, karena hampir semua yang disebut di bawah ini bisa Anda beli hari ini juga, lewat penjual yang menyebut dirinya jasa SEO.

Ketik "jasa backlink" di Google dan Anda akan menemukan penawaran PBN mulai sekitar dua ratus lima puluh ribu rupiah, lengkap dengan janji domain berotoritas tinggi dan kata "aman".

PBN itu singkatan dari private blog network, jaringan situs yang dibuat semata-mata untuk menautkan klien. Google menyebutnya secara eksplisit di dokumentasi kebijakan spam sebagai skema tautan.

Tidak ada versi yang aman. Yang ada cuma versi yang belum terdeteksi.

Daftar lengkap yang termasuk skema tautan:

  • Membeli tautan dofollow. Pakai uang, barang, atau layanan, tanpa atribut sponsored.
  • PBN dan link farm. Jaringan situs yang keberadaannya cuma untuk menautkan.
  • Jaringan guest post. Penempatan artikel massal dengan pola seragam.
  • Pertukaran tautan berlebihan. "Tautkan saya, saya tautkan Anda", dilakukan sistematis.
  • Komentar dan forum spam. Termasuk tanda tangan forum yang ditanami kata kunci.
  • Domain kedaluwarsa. Membeli domain bekas yang punya otoritas warisan, lalu mengisinya dengan konten yang tidak ada hubungannya.
  • Penyalahgunaan reputasi situs. Menumpang domain terpercaya untuk memuat konten yang sebenarnya tidak berhubungan dengan situs itu.
  • Anchor text seragam. Mayoritas tautan memakai frasa komersial yang sama persis. Pola ini termasuk sinyal manipulasi yang paling gampang dikenali sistem Google.
Yang sebenarnya paling sering terjadi

Ketakutan terbesar orang itu kena penalti. Padahal yang jauh lebih sering terjadi bukan penalti, tapi kesunyian.

Tautannya diabaikan begitu saja, peringkat tidak bergerak, dan uang langganan bulanan terus jalan tanpa ada satu pun tanda bahwa ada yang salah. Kerugian paling mahal dari backlink murah itu waktu yang terbuang sebelum Anda sadar.

Kalau tautan sudah dianggap manipulatif, akibatnya bertingkat.

Paling ringan, tautannya cuma tidak dihitung, tanpa pemberitahuan apa pun. Lebih berat dari itu, bukan cuma tautannya, seluruh situs Anda ikut kehilangan kepercayaan di mata sistem Google.

Paling berat, ada peninjau di Google yang memeriksa situs Anda secara manual lalu menjatuhkan penalti. Namanya manual action, dan pemberitahuannya muncul di Google Search Console.

Yang terakhir ini harus Anda perbaiki dulu lalu ajukan peninjauan ulang. Prosesnya berbulan-bulan, dan selama itu bisnis Anda kehilangan trafik.

Berapa lama, dan berapa banyak

Dua pertanyaan yang paling sering diajukan. Kali ini dijawab pakai angka.

Satu istilah dulu yang muncul di tabel. Referring domain itu jumlah situs berbeda yang menautkan Anda, bukan jumlah tautannya.

Lalu satu peringatan. Angka di bawah ini rata-rata gabungan dari berbagai data industri, bukan angka resmi Google. Situs Anda bisa menyimpang jauh dari mana pun. Pakai sebagai orientasi, bukan janji.

Pertanyaan Kisaran acuan Yang memengaruhi
Kapan efek mulai terasa 6–10 minggu Perlu waktu bagi Google meng-crawl halaman yang menautkan dan menghitung ulang
Kapan efek penuh terlihat 3–6 bulan Domain baru bisa 2–3 kali lebih lama
Laju penambahan wajar 5–15 referring domain per bulan Situs berumur di bawah 1 tahun sebaiknya di batas bawah
Satuan yang dihitung Referring domain, situs unik yang menautkan Anda Bukan jumlah tautan. 50 tautan dari 1 situs tetap dihitung 1

Baris ketiga menjelaskan kenapa paket "1.000 backlink sebulan" bukan cuma sia-sia, tapi aktif merugikan.

Situs yang setahun tidak dapat tautan apa pun, lalu tiba-tiba menerima ratusan dalam sepekan, menghasilkan pola yang tidak pernah muncul secara alami. Pola seperti itu yang dicari sistem antispam.

Keteraturan jauh lebih menentukan daripada kecepatan. Lima tautan bagus per bulan selama setahun akan mengalahkan enam puluh tautan yang datang sekaligus dalam sebulan lalu berhenti selamanya.

Memeriksa dan membersihkan profil tautan

Profil tautan itu keseluruhan tautan yang mengarah ke situs Anda. Siapa saja yang menautkan, dari halaman apa, dan pakai kata apa. Ini yang perlu sesekali Anda lihat, sama seperti menengok laporan keuangan.

Melihat backlink Anda tanpa perlu tool berbayar

Hampir semua panduan langsung menyuruh berlangganan Ahrefs atau Semrush. Untuk memulai, Anda belum butuh itu.

Google Search Console sudah menyediakannya cuma-cuma. Ini tool gratis dari Google untuk pemilik situs, tempat Anda melihat bagaimana Google memandang website Anda.

Di dalamnya ada laporan Tautan yang memuat tiga hal paling penting. Situs mana saja yang menautkan Anda, halaman Anda mana yang paling banyak ditautkan, dan anchor text apa yang paling sering dipakai.

Ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan di sana. Apakah situs yang menautkan Anda masuk akal untuk bidang Anda, apakah ada lonjakan mendadak dari sumber yang tidak Anda kenali, dan apakah anchor text-nya terlalu didominasi satu frasa komersial.

Tiga pemeriksaan itu sudah menangkap sebagian besar masalah nyata.

Kapan harus disavow, dan kapan justru tidak

Disavow itu cara memberi tahu Google supaya mengabaikan tautan tertentu ke situs Anda. Karena kedengarannya seperti tombol pembersih, banyak orang memakainya sebagai reaksi pertama waktu peringkat turun.

Itu keputusan yang keliru, dan bisa memperburuk keadaan. Bisa jadi Anda malah sedang membuang tautan yang selama ini menopang Anda.

Pakai disavow cuma kalau salah satu dari dua kondisi ini benar. Anda menerima manual action terkait tautan di Search Console, atau Anda tahu pasti pernah membeli tautan dalam jumlah besar dan tidak bisa minta dihapus.

Di luar dua situasi itu, sebagian besar situs tidak perlu menyentuhnya sama sekali. Google sendiri bilang sistemnya sudah cukup baik mengabaikan tautan sampah tanpa perlu Anda laporkan.

Peringkat yang turun tanpa pemberitahuan apa pun di Search Console hampir tidak pernah gara-gara tautan spam kiriman orang lain. Periksa dulu tiga hal yang jauh lebih mungkin. Pembaruan algoritma, kompetitor yang memperbaiki kontennya, atau perubahan teknis di situs Anda sendiri.

Kapan sebaiknya link building ditunda dulu

Ini bagian yang tidak menguntungkan siapa pun yang menjual jasa link building, dan justru karena itu perlu ditulis.

Backlink bekerja dengan memperkuat sinyal yang sudah ada, bukan menciptakannya dari nol. Menautkan halaman yang isinya belum menjawab kebutuhan pencari itu sama saja dengan mengeraskan volume pesan yang salah.

Empat kondisi berikut menandakan uang Anda lebih baik dipakai di tempat lain dulu.

  1. Halaman Anda belum terindeks dengan benar. Kalau Google belum memasukkan halamannya ke indeks, tautan sebanyak apa pun tidak punya tempat untuk bekerja.
  2. Kontennya belum menjawab yang sebenarnya dicari orang. Bandingkan dengan tiga teratas. Kalau isinya jelas lebih dangkal, perbaiki dulu isinya. Ini hampir selalu lebih murah daripada mengejar tautan.
  3. Halaman Anda saling berebut kata kunci yang sama. Selesaikan lebih dulu, karena menambah otoritas ke situasi yang berantakan hanya memperbesar kebingungannya.
  4. Situsnya lambat atau berantakan di ponsel. Pengunjung yang datang lewat tautan susah payah itu akan pergi sebelum halaman selesai dimuat. Metriknya kami bahas di catatan Core Web Vitals.

Urutan yang sehat hampir selalu sama. Benahi teknis, perbaiki konten, baru bangun otoritas.

Melompati dua langkah pertama itu cara paling umum menghabiskan anggaran SEO tanpa hasil.

Pola yang sering berulang

Ada bengkel mobil di Malang yang membeli paket 500 backlink seharga Rp 250 ribu. Dia dapat laporan lengkap, isinya daftar domain dan skor otoritas yang angkanya bagus-bagus. Enam bulan kemudian peringkatnya masih di tempat yang sama.

Coba pikir sebentar sebelum ikut membeli. Kalau posisi satu di Google memang bisa ditebus hanya dengan Rp 250 ribu, perusahaan yang belanja iklannya miliaran pasti sudah memborong dari dulu. Uangnya kan ada, mereka juga punya orang yang disuruh urus, tapi kenapa tidak dilakukan?

Kalau sampai sekarang halaman 1 masih tidak tercapai, berarti ada yang salah dong.

Bengkel tadi akhirnya juga bisa naik, lucunya bukan dari backlink yang dia beli tapi malah dari hal yang tidak terduga. Media lokal-lah penyebabnya, ternyata tiap minggu bengkel itu dipakai kumpul-kumpul komunitas mobil, karena hal itu media lokal datang meliput, dan dari situ pula backlink-nya dia dapatkan.

Rp 250 ribunya sendiri tidak sampai bikin situsnya bermasalah. Cuma sayang aja, enam bulannya jadi sia-sia.

Kalau fondasinya sudah beres dan yang tersisa memang soal otoritas, di situlah pekerjaan ini mulai membayar. Pendekatan bertahap semacam ini yang kami pakai pada studi kasus First Outbound, dan jadi bagian dari cara kerja jasa SEO Malang kami.

Pertanyaan umum

Apakah artikel berbayar di media online melanggar aturan Google?

Memasang artikel berbayar tidak dilarang. Yang dilarang adalah membiarkan tautan di dalamnya mengalirkan otoritas seolah-olah itu rekomendasi editorial murni. Setiap tautan yang diperoleh lewat uang, barang, atau kesepakatan komersial wajib diberi atribut rel="sponsored" atau rel="nofollow". Tanpa atribut itu, Anda dan penerbitnya sama-sama melanggar kebijakan spam Google.

Apakah backlink nofollow benar-benar tidak ada gunanya?

Tidak sia-sia, hanya berbeda fungsinya. Sejak 2019 Google memperlakukan nofollow sebagai petunjuk, bukan perintah mutlak, sehingga tautan itu tetap bisa ikut membentuk pemahaman Google tentang situs Anda. Di luar itu, tautan nofollow tetap mendatangkan pengunjung nyata dan menyebarkan nama merek. Profil tautan yang sehat justru bercampur, karena situs yang seluruh backlink-nya dofollow terlihat tidak wajar.

Kalau kompetitor mengirim backlink spam ke situs saya, apakah peringkat saya bisa turun?

Pada umumnya tidak. Google menyatakan sistemnya sudah cukup baik mengabaikan tautan spam yang datang tanpa Anda minta, dan kasus negative SEO yang benar-benar berhasil jauh lebih jarang daripada yang diyakini pemilik situs. Kalau peringkat turun, penyebabnya lebih sering pembaruan algoritma, kompetitor yang membaik, atau masalah teknis di situs Anda sendiri. Periksa dulu ketiganya sebelum menyalahkan tautan orang lain.

Backlink sebaiknya mengarah ke homepage atau ke halaman dalam?

Ke halaman yang benar-benar ingin Anda menangkan. Profil tautan yang hanya menumpuk di homepage terlihat dibuat-buat, karena tautan alami biasanya menunjuk ke sesuatu yang spesifik, entah sebuah panduan, data, atau halaman layanan tertentu. Homepage wajar menerima porsi terbesar dari penyebutan merek, sementara halaman uang dan artikel mendalam sebaiknya punya tautannya sendiri.

Apakah Google memakai skor Domain Authority (DA) untuk menentukan peringkat?

Tidak. Domain Authority adalah skor buatan Moz, dan Domain Rating buatan Ahrefs. Keduanya perkiraan pihak ketiga, bukan angka yang dipakai Google. Skor itu berguna sebagai pembanding kasar antar situs, tetapi menjadi menyesatkan ketika dijadikan barang dagangan. Penjual yang menawarkan backlink dengan janji DA tinggi sedang menjual angka yang bisa dinaikkan secara artifisial dan tidak pernah dilihat Google.

Kalau artikel yang memuat backlink saya dihapus, apakah manfaatnya hilang?

Ya, dan ini risiko yang jarang diperhitungkan saat membeli tautan. Begitu halamannya dihapus atau tautannya dicabut, nilainya ikut hilang pada crawl berikutnya. Tautan yang Anda peroleh karena kontennya memang layak dirujuk cenderung bertahan bertahun-tahun, sementara tautan yang dibayar per bulan akan lenyap begitu pembayaran berhenti.

Sumber

Ketentuan mengenai skema tautan dan atribut tautan dalam artikel ini mengacu pada dokumentasi resmi Google: Spam policies for Google web search dan Qualify your outbound links to Google. Angka pada tabel acuan merupakan rata-rata gabungan dari berbagai data industri, bukan angka resmi Google.