Dulu BVGL Gelato menjalankan bisnisnya dengan beberapa software terpisah — stock opname sendiri, POS sendiri. Kini satu ERP custom mencatat semuanya: dari stok bahan baku, resep batch produksi, hingga penjualan — bahkan terhubung ke website B2B mandiri mereka.
BVGL Gelato sebelumnya mengandalkan beberapa software yang berdiri sendiri-sendiri — satu aplikasi khusus untuk stock opname, aplikasi lain untuk POS, dan seterusnya. Tidak ada yang saling terhubung. Akibatnya data tersebar, stok dan penjualan sulit direkonsiliasi, dan tidak ada satu pun layar yang memberi gambaran utuh kondisi bisnis.
Titik baliknya datang dari rekomendasi sesama klien Hexa: Ibu Rista, owner Blue Water Flowers. Dari situ tim BVGL Gelato menemui Hexa untuk membangun satu sistem yang benar-benar menyatukan operasional mereka.
Kami membangun satu ERP yang menggantikan tumpukan software terpisah tadi. Sistem ini mencatat seluruh rantai operasional dalam satu alur data: stok bahan baku, resep dan batch produksi, manajemen stok produk jadi, hingga penjualan lewat POS. Semua mengalir ke satu sumber kebenaran data.
Lebih jauh, BVGL Gelato kini punya website mandiri yang terkoneksi langsung ke ERP untuk pemesanan B2B — pelanggan bisnis memesan online, dan pesanannya langsung masuk ke sistem tanpa input ulang.
Karena memahami alur bisnis F&B, tim Hexa juga merekomendasikan fitur-fitur penting dan pengaman di titik-titik rawan, sehingga sistem berjalan rapi tanpa celah kebocoran stok maupun transaksi.
Seluruh operasional yang dulu tersebar kini berjalan dalam satu ERP — terhubung sampai ke kanal pemesanan B2B. Pemilik mendapat gambaran bisnis yang real-time, dan setiap titik rawan kebocoran sudah diamankan sejak awal.
“Kaget, harganya semurah itu untuk sistem dengan fitur selengkap ini. Tidak semua programmer bisa seperti Hexa — mereka tidak bergerak di industri F&B, tapi sangat paham alur bisnisnya, sampai bisa memberi rekomendasi fitur penting dan pengaman supaya sistem berjalan baik tanpa kebocoran.” — BVGL Gelato